9 Bahaya Duduk Terlalu Lama dan Tips Mencegah Dampak Buruknya

Bahaya Duduk Terlalu Lama – Teknologi banyak membawa perubahan dalam hidup manusia dan membuat kita lebih banyak duduk saat bekerja, di rumah maupun saat bepergian. Berdasarkan survei di tahun 2013 yang dilakukan oleh Ergotron, warga Amerika menghabiskan waktu 13 jam untuk duduk dan 8 jam untuk tidur, jadi total aktifitas sedentary mereka adalah 21 jam dalam sehari. Pola hidup sedentari atau cara hidup seseorang yang kurang aktif dalam bergerak dan melakukan aktifitas fisik bisa berbahaya bagi kesehatan.

bahaya duduk terlalu lama

Bahaya Duduk Terlalu Lama

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam JAMA Internal medicine pada tahun 2012 melaporkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan semua resiko penyakit yang menyebabkan kematian. Studi tersebut juga menganjurkan seseorang untuk mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama seperti saat menonton TV atau bekerja. Berikut ini adalah alasan mengapa duduk terlalu lama berbahaya bagi kesehatan :

1. Penumpukan lemak di perut

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan jumlah lemak yang tertimbun dalam perut. Jika anda tidak bergerak atau cukup berolahraga, tubuh akan kesulitan membakar lemak. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Physiology menyebutkan bahwa bergerak dan berolahraga dapat memicu otot melepaskan senyawa lipoprotein lipase yang dapat membakar lemak. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa penumpukan lemak di area perut dapat meningkatkan resiko berbagai macam penyakit seperti diabetes, penyakit jantung koroner, kanker dan bahkan kematian.

2. Penyakit jantung

Duduk terlalu lama juga berdampak buruk pada organ internal tubuh terutama jantung. Terlalu lama duduk di tempat yang sama dan tidak banyak bergerak dapat mengurangi intensitas aliran darah ke seluruh tubuh termasuk jantung. Kurangnya aliran darah dalam tubuh membuat lemak lebih mudah masuk ke dalam pembuluh darah dan menyumbat arteri maupun jantung. Penyumbatan tersebut nantinya akan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh dan resiko penyakit jantung koroner.

Beberapa studi menyebutkan bahwa duduk terlalu lama memiliki pengaruh negatif bagi kesehatan. Penelitian di tahun 2010 yang dipublikasikan dalamMedicine & Science in Sports & Exercise menyebutkan bahwa pola hidup sedentary dapat meningkatkan resiko seseorang meninggal karena penyakit jantung koroner. Faktanya, seseorang yang duduk terlalu lama memiliki resiko 82% lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner.

3. Lemahnya otot kaki dan bokong

Jika anda duduk terlalu lama saat bekerja atau melakukan aktifitas sehari-hari tanpa beristirahat dan sejenak bergerak maka hal ini dapat beresiko pada otot kaki dan bokong anda. Jika otot kaki tidak banyak digunakan, otot kaki akan melemah dan menyebabkan atropi. Atropi adalah gangguan pada otot yang membuatnya kehilangan kekuatan dan keseimbangan saat berjalan atau bergerak. Jadi sebaiknya hindari duduk terlalu lama dan berjalan atau bergeraklah sejenak saat istirahat.

lemahnya-otot-kaki

4. Nyeri punggung dan leher

Bahaya duduk terlalu lama dan dalam posisi yang salah dapat menyebabkan nyeri pada bagian punggung dan leher. Saat duduk, tubuh memberi lebih banyak tekanan pada tulang belakang dan jika dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan kelainan pada tulang belakang. Selain itu, duduk terlalu lama membuat otot tertarik saat digerakkan secara tiba-tiba sehingga menimbulkan rasa sakit pada leher dan punggung seperti yang dilaporkan oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Spine Journal pada tahun 2007. Lebih parahnya terlalu lama duduk dapat menyebabkan kerusakan otot, tulang, sendi dan ligamen seperti yang dinyatakan dalam studi yang dipublikasikan dalam the Canadian Centre for Occupational Health and Safety pada tahun 2010.

5. Peningkatan resiko kanker

Terlalu banyak duduk dan pola hidup sedentari dapat menyebabkan peningkatan resiko penyakit kanker, kolorektal, paru-paru, endometrial, ovarium, kolon dan kanker prostat. Sebuah studi yang dimuat dalam the American Journal of Epidemiology pada tahun 2011 menyebutkan bahwa terlalu lama duduk saat bekerja dapat meningkatkan resiko penyakit kanker kolon atau usus besar. Sebaiknya lakukan gerakan dan istirahat sejenak jika anda bekerja pada posisi yang sama selama berjam-jam.

penyakit kanker

6. Peningkatan kadar gula dalam darah

Seseorang yang memiliki pola hidup sedentari dan terbiasa duduk dalam waktu yang lama memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami penyakit diabetes dan kehilangan kemampuan mengatur kadar gula darah dalam tubuh.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology pada tahun 2007 menyebutkan bahwa kurangnya aktifitas fisik dapat menyebabkan insulin resistance atau melemahnya respon insulin dalam tubuh sehingga tubuh kesulitan mengontrol kadar gula dalam darah. Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh organ pankreas yang berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat dan kadar gula darah dalam tubuh. Hilangnya respon insulin yang disebabkan oleh pola hidup sedentari dan kurangnya aktifitas fisik seperti terlalu banyak duduk dapat menyebabkan penyakit diabetes sebagaimana yang dilaporkan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity pada tahun 2013.

7. Penyakit mental

Tidak hanya menyebabkan gangguan pada fisik, terlalu lama duduk dibelakang meja kerja juga dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat mempengaruhi asupan darah dan oksigen dalam otak yang berakibat pada menurunnya fungsi otak. Seseorang akan menjadi sulit berkonsentrasi dan kehilangan fokus. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam BMC Public Health pada tahun 2013 menyebutkan bahwa masyarakat multi etnis di Singapura yang hidup dengan gaya sedentari memiliki tingkat stress fisiologi dan depresi yang cukup tinggi.

8. Kerusakan Organ Hati

Bahaya duduk terlalu lama juga berdampak buruk bagi organ hati. Ketika Anda duduk terlalu lama, darah mengalir lebih lambat dan otot kurang membakar lemak, yang membuat asam lemak menyumbat organ hati. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology, menunjukkan bahwa wanita yang duduk selama 10 jam sehari mungkin memiliki secara signifikan lebih besar risiko pengembangan penyakit hati daripada mereka yang duduk selama lima jam atau kurang.

kerusakan-organ-hati

9. Deep Vein Thrombosis (DVT)

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan gangguan pada area kaki yang dikenal dengan nama Deep Vein Thrombosis. Deep vein thrombosis (DVT) atau thrombosis vena adalah suatu kondisi dimana thrombosit atau sel keping darah terakumulasi pada kaki bagian bawah dan membeku. Pembekuan thrombosit di area tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri yang teramat sangat. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the Royal Society of Medicine Short pada tahun 2012 menyebutkan bahwa terlalu lama duduk dapat menyebabkan masalah pada pembuluh darah vena atau pembuluh darah balik termasuk DVT dan PE atau Pulmonary Embolism. DVT dapat dialami oleh setiap orang, maka dari itu sebaiknya lakukan peregangan atau berjalanlah sesaat saat bekerja.

Tips untuk mencegah dampak buruk duduk terlalu lama

Untuk Anda yang memiliki pekerjaan yang mengharuskan duduk di depan komputer, profesi kasir, dll, berikut ini tips mencegah dampak buruk bahaya duduk terlalu lama.

  • Duduk dan berjalanlah saat menelpon seseorang
  • Pilihlah meja kerja yang cukup tinggi atau meja yang dapat digunakan saat berdiri.
  • Jika memungkinkan letakkan pekerjaan dimeja kerja yang cukup tinggi dengan treadmill dibagian bawah sehingga anda dapat terus bergerak saat bekerja.
  • Bangun dan berjalanlah setiap setengah jam saat anda sedang bekerja
  • Lakukan aktifitas olahraga seperti yoga atau lainnya saat anda tidak bekerja
  • Saat duduk, duduklah dengan posisi yang benar agar postur tubuh anda tetap terjaga dan anda tidak akan mengalami sakit pada punggung dan leher.